Batas Tanah

Bacaan hari ini: Yehezkiel 47:1-20 Bacaan setahun: Mazmur 68-70

 

“Tanah itu harus kamu bagi rata, yaitu tanah yang dengan sumpah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu dan dengan demikian tanah ini menjadi milik pusakamu.” (Yehezkiel 47:14)

Salah satu bukti kerja nyata pemerintahan Jokowi adalah pembagian sertifikat tanah. Pada tahun 2019, direncanakan target pembagian tanah sebesar 9 juta, dan diupayakan realisai mencapai 11 atau 12 juta. Bagi Jokowi, pembagian tanah ini penting untuk memberikan kepastian serta keabsahan penguasaan lahan kepada masyarakat (dikutip dari https://bisnis.tempo.co/read/1161423/jokowi-targetkan-9-juta- sertifikat-tanah-pada-2019).

Pembagian batas tanah juga menjadi bahasan dalam perikop hari ini. Batas tanah Israel berkaitan dengan kedaulatan/keabsahan dari suku-suku yang ada dan juga berhubungan dengan janji Allah kepada nenek moyang Israel. Pada masa Yosua, Allah telah memenuhi janji-Nya dengan memberi tanah perjanjian kepada Israel. Batas-batas tanah juga telah ditetapkan. Seluruh suku Israel kecuali suku Ruben, Gad, dan setengah Manasye yang memilih menetap di sebelah timur sungai Yordan telah menempati tanah pusaka mereka di tanah yang dijanjikan Allah. Dalam keadaan terbuang, Allah berfirman kepada Yehezkiel tentang pembagian tanah yang rata di antara kedua belas suku, “Tanah itu harus kamu bagi rata, yaitu tanah yang dengan sumpah Kujanjikan memberikannya kepada nenek moyangmu dan dengan demikian tanah ini menjadi milik pusakamu” (ay. 14). Dan Allah juga mengingatkan tentang ketentuan bagi Lewi yang tidak mendapat bagian apapun. Pemberitaan ini menjadi angin segar bagi Israel yang kembali mengingatkan mereka tentang kasih setia Allah. Allah tidak pernah melupakan janji-Nya dan tidak melupakan umat-Nya, sekalipun mereka telah melupakan dan berdosa terhadap Allah.

Allah yang setia dalam sejarah panjang suku-suku Israel, juga adalah Allah yang setia dan hadir dalam kehidupan umat masa kini. Dia telah membuktikan kesetiaan-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus di salib. Yang paling berharga telah diberikan kepada kita, masih perlukah kita ragu atas kesetiaan-Nya ?

STUDI PRIBADI :
(1) Mengapa Yusuf mendapat dua bagian tanah? (lih. Yos. 17)
(2) Mengapa suku Lewi tidak mendapat bagian pembagian tanah (lih. Yeh. 44:28; Yos. 13:14, 33)?

Pokok Doa : Berdoalah agar jemaat Tuhan selalu mengingat akan kesetiaan Allah dalam kesehariannya sehingga dapat senantiasa bersyukur atas apa yang Tuhan telah anugerahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *