Pembenaran Oleh Iman

“Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” (Roma 4:20-21)



Pembahasan: Roma 4:1-25 | Ayat Bacaan: Roma 4

Pernahkah melihat seseorang yang berusaha keras mengumpulkan poin, misal melalui aplikasi belanja atau program loyalitas maskapai penerbangan? Semakin banyak transaksi, semakin banyak poin yang didapat, lalu poin itu bisa ditukar dengan hadiah. Tanpa sadar, banyak orang juga memiliki cara berpikir yang sama tentang Tuhan. Mereka merasa bahwa semakin rajin melayani, semakin banyak berbuat baik, atau semakin sedikit melakukan dosa, maka Tuhan akan semakin menerima mereka. Seolah-olah keselamatan adalah hasil dari poin-poin rohani yang berhasil dikumpulkan.

Namun, Roma 4 menghancurkan cara berpikir tersebut. Paulus mengangkat Abraham, tokoh yang sangat dihormati orang Yahudi. Jika ada orang yang layak dibenarkan karena perbuatannya, tentu Abraham adalah kandidat terbaik. Namun, Paulus mengutip Kejadian 15:6, “Abraham percaya kepada Allah, maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.” Menariknya, Allah menyatakan Abraham benar bahkan sebelum ia disunat dan jauh sebelum Taurat diberikan. Sejak awal, keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah yang diterima melalui iman. Abraham diselamatkan bukan karena berhasil membuktikan dirinya, tetapi karena percaya kepada Allah yang memberikan janji.

Kita sering jatuh pada dua ekstrem. Ketika berhasil, kita merasa Tuhan pasti semakin mengasihi kita. Sebaliknya, ketika gagal atau jatuh dalam dosa, kita merasa tidak layak datang kepada-Nya. Injil mengingatkan bahwa dasar penerimaan Allah bukanlah performa kita, melainkan karya Kristus. Yesus mati karena pelanggaran kita dan dibangkitkan untuk membenarkan kita (Roma 4:25). Karena itu, kita tidak perlu hidup untuk membuktikan diri di hadapan Tuhan. Kita hidup sebagai orang yang sudah diterima, sehingga kita terdorong menaati-Nya dengan penuh syukur.

Roma 4 mengajak kita mengalihkan pandangan dari kemampuan diri kepada kesetiaan Allah. Allah yang membenarkan Abraham adalah Allah yang sama yang membenarkan setiap orang yang percaya kepada Kristus. Keselamatan dimulai oleh anugerah, dijalani dengan iman, dan dipelihara oleh Allah yang setia.

STUDI PRIBADI: Bagaimana Roma 4:25 mengubahkan cara kita memandang kegagalan, pelayanan, dan hubungan kita dengan Tuhan?

Pokok Doa: Bersyukur atas kasih dan kemurahan Tuhan yang telah menebus dan membenarkan kita, yang sama sekali tidak layak, namun telah dilayakkan oleh darah Kristus.

Sharing Is Caring:

×

Roma 4:1-25


Abraham dibenarkan karena iman

1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:

7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."

9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --

17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,

21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,

24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,

25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

×

Kejadian 15:6

6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

×

Roma 4:25

25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

×

Roma 3:13-15

13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.

14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,

15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.

×

Roma 3:18

18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

×

Kisah Para Rasul 13:47

47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

×

Markus 13:17

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

×

Markus 13:20

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

×

Markus 13:13

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

×

Kejadian 3:12

12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

×

Kejadian 3:9

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

×

Roma 3:24

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

×

Kolose 3:5-11

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

×

Yesaya 37:37

37 Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.

×

Yesaya 37:38

38 Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *