Hikmat : Jalan Tanpa Kontradiksi

“Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.” (Amsal 4:5-6)



Bacaan hari ini: Amsal 4:1-27 | Bacaan setahun: Amsal4

Kontradiksi kehidupan rohani, yakni kontras kehidupan di gereja dengan tindakan sesehari, seringkali menjadi bagian dari kehidupan warga gereja. Adalah sebuah realita yang umum, kita berjumpa dengan seseorang yang nampaknya sangat tekun beribadah, bahkan rajin melayani, tetapi sikap hidupnya melenceng jauh dari kegiatan rohaninya. Bukan tidak mungkin, diam-diam kita adalah salah satu pelakunya. Bukankah ini sebuah sketsa kehidupan yang akrab dengan hidup sesehari kita?

Bacaan Amsal hari ini mengingatkan kita untuk menghindari arah hidup demikian. Penulis Amsal menekankan betapa pentingnya bagi kita untuk memperoleh, menjaga, dan menjunjung tinggi hikmat Ilahi dalam hidup kita (ay. 5-9). Hikmat inilah yang akan menjaga dan meninggikan derajat hidup kita. Nyatanya, seluk-beluk kehidupan sesehari kita tidak pernah netral secara moral. Itulah inti dari Amsal. Hikmat Ilahi bukan sekadar anjuran penting untuk kehidupan sesehari kita; hikmat Ilahi adalah sesuatu yang harus kita temukan, kenali, dan ikuti dalam setiap jalan hidup kita.

Di dalam luas samudera kasih anugerah Tuhan, tetap ada sebuah ruang untuk pilihan. Penulis Amsal mengingatkan kepada kita agar jangan memilih kefasikan! (ay. 14-19). Kefasikan adalah sebuah kegelapan, di mana kesalahan yang akan mencelakakan hidup kita menjadi sebuah keniscayaan. Pilihlah jalan kebenaran, seperti rembang fajar pagi yang berkas cahaya-Nya akan menuntun kita kepada keselamatan (ay. 18-19). Siapakah Sang Hikmat ini? Dialah TUHAN Yesus Kristus, Sang Terang Dunia! (Yoh 8:12) Dalam anugerah-Nya, kenalilah dan berjalanlah dengan setia dalam terang-Nya!

Dengarkanlah seruan hikmat! Bersama terang hikmat Ilahi, maka segala seluk-beluk kehidupan kita akan selalu diterangi-Nya. Hidup ibadah yang selaras dengan perbuatan sesehari. Dimulai dari hati, terang-Nya akan terpancar pada tiap perkataan dan pilihan pandangan kita. Jalan hidup menjadi terang dan aman di dalam kebenaran-Nya! (ay.23-27).

STUDI PRIBADI: Apakah Anda pernah menyadari bahwa hidup Anda menjauh dari hikmat Ilahi? Sudahkah Anda hidup selaras dalam terang Firman-Nya?

Pokok Doa: Berdoalah agar TUHAN Allah menolong setiap kita untuk dapat menghidupi hikmat Ilahi bersama Kristus! 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *