Kesetiaan Allah

“Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!” (Mazmur 54:7)



Bacaan hari ini: Mazmur 54:1-9 | Bacaan setahun: Mazmur 54-55

Kesetiaan adalah sebuah karakter yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya dalam relasi kehidupan sehari-hari, bahkan dalam dunia kriminal yang terorganisir seperti Mafia dan Yakuza, kesetiaan adalah harga mati. Seorang yang didapati berkhianat pasti akan diganjar dengan aniaya yang mengerikan – tidak hanya sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai peringatan bagi anggota lain agar tidak ada lagi yang mencoba berkhianat di kemudian hari. Hanya saja, sayangnya, kesetiaan dalam konteks kehidupan mereka itu tidak berjalan beriringan dengan kebenaran.

Pada bacaan kita hari ini, kita melihat bahwa kesetiaan dan kebenaran TUHAN Allah tengah dikontraskan dengan ketidaksetiaan kaum Zifi. Kaum Zifi sebenarnya adalah saudara satu suku dengan Daud. Akan tetapi, alih-alih membela dan melindungi Daud dari kejaran Saul dan tentaranya, mereka ternyata malah berkhianat dan melaporkan keberadaan Daud yang ada di tengah mereka (ay. 1-2).

Apakah Daud kecewa? Walaupun tidak tersurat, dengan jelas tersirat bahwa Daud menyikapi hal tersebut dengan bijak di dalam iman. Daud mengarahkan pandangan, harapan, dan permohonannya kepada TUHAN Allah (ay. 3-7). Di sini Daud memberi sebuah teladan yang penting bagi kita, bahwasanya kesulitan apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita perlu mengarahkan diri kita hanya kepada TUHAN Allah! Kebenaran lain yang bisa kita renungkan adalah, dalam bahasa penulisan asli Kitab Mazmur (bahasa Ibrani), kata “kesetiaan-Mu” (‘emeth) yang dipakai di ayat 5 memiki spektrum arti berpadanan dengan “benar/dapat dipercaya/sungguh-sungguh”. Dalam hal ini, Daud nampaknya memberi alasan atau pembenaran mengapa kita harus meneladaninya (maksudnya mengapa kita harus menaruh iman percaya dan pengharapan kita hanya kepada TUHAN Allah yang setia). Faktanya, Daud menyatakan dengan jelas, Allah kita adalah Allah yang benar, dan dapat dipercaya!

STUDI PRIBADI: Apakah Anda pernah meragukan kebenaran dan kesetiaan TUHAN di tengah badai kehidupanmu?

Pokok Doa: Berdoalah agar TUHAN Allah menolong setiap kita untuk dapat menaruh pengharapan kita hanya kepada-Nya yang setia, benar, dan dapat dipercaya ! 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *