Iman Dan Kasih

Bacaan hari ini: Filemon 1:4-7 | Bacaan setahun: Kejadian 33-35, Matius 14


“Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku, karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.” (Filemon 1:4)

Dalam ayat 4-5, paling tidak ada dua hal signifikan dalam perkataan Paulus mengenai Filemon yang saling berkaitan dan sesuai dengan tujuan Paulus menuliskan surat ini. Pertama adalah aku mendengar tentang kasih dan imanmu. Pujian Paulus atas Filemon ini menunjukkan dua karakteristik utama seorang Kristen.

Filemon memiliki iman terhadap Kristus dan memiliki kasih terhadap sesamanya. Di dalam kedua hal inilah semua perilaku dan kewajiban orang Kristen nampak. Filemon merealisasikan kasihnya terhadap orang kudus, ia bermurah hati menyediakan rumahnya sebagai tempat berbakti orang percaya di Kolose. Kedua, Paulus menulis, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus. Dengan kata lain, Paulus berdoa, semoga Filemon dengan caranya selama ini bermurah hati dapat memimpinnya untuk lebih dan lebih dalam lagi pada pengetahuan akan hal-hal baik, yang menuntunnya pada Kristus.

Dari kedua kalimat ini Paulus memperlihatkan bahwa Filemon adalah seorang Kristen yang sudah memiliki ciri orang Kristen, tetapi Paulus mengharapkan Filemon bertumbuh lagi dalam kemurahan hatinya. Paulus meminta Filemon untuk bermurah hati lebih daripada apa yang biasa ia lakukan. Dengan demikian, sesungguhnya Paulus menguji kembali kasih dan iman yang sudah ada di dalam diri Filemon. Kali ini Paulus menantang Filemon untuk merealisasikan kasih dan imannya untuk membuka tangan dan hatinya lebih luas agar berbelas kasih kepada orang yang dianggap rendah dalam strata masyarakat, bahkan sudah bersalah kepadanya.

Bagian ini menunjukkan, selama apapun kita menjadi orang Kristen, dan seberapa baik karakter kita, pasti ada hal yang terus perlu kita ubah dan kembangkan. Meskipun kita sudah memiliki kasih dan iman, kita terus perlu berproses di segala kondisi atau situasi. Melalui perenungan kita ini, Roh Kudus juga mau mengingatkan kita, seberapa besar hati kita dikuasai kasih Kristus yang sanggup menerima dan mengasihi orang yang bersalah kepada kita atau orang yang dianggap tidak layak dikasihi oleh orang lain?

STUDI PRIBADI : Jika kita ada di posisi Filemon, penerima surat ini, apa yang Anda pikirkan? Siapa orang yang sulit untuk Anda terima kembali? Sudahkah Anda mengampuninya?

Berdoalah : Bapa, anugerahkanlah kami hati-Mu yang penuh belas kasihan. Berikan kami keberanian membuka tangan dan hati kami kepada mereka yang menyakiti kami, Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *