Kebenaran Tidak Memalukan

Bacaan hari ini: Filemon 1:1-3 | Bacaan setahun: Kejadian 31-32, Matius 13


“Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus …” (Filemon 1:1a)

Paulus menuliskan “surat penjara” ini sebagai surat pribadi kepada seorang bernama Filemon, kemungkinan besar di masa penahanan yang pertamanya di Roma (Kis. 28:16-31). Nama-nama yang sama disebutkan dalam Filemon (Flm. 1:1-2, 10, 23-24) dan Kolose (Kol. 4:9-10, 12, 14, 17) menunjukkan bahwa Filemon tinggal di Kolose, dan kedua surat ini ditulis dan diantarkan pada waktu yang sama. Filemon menjadi pemilik hamba dan anggota gereja di Kolose (band. Flm. 1:1-2, dengan Kol. 4:17), mungkin ia bertobat dalam pelayanan Paulus (ayat Flm. 1:19). Onesimus menjadi hamba Filemon yang telah lari ke Roma; di situ dia kenal Paulus, yang membawa dia kepada Kristus. Suatu ikatan relasi yang kuat berkembang di antara mereka (ayat Flm. 1:9-13).

Bagian pengantar ini merupakan pengantar surat yang tidak biasa dituliskan oleh Paulus seperti pada surat lainnya. Kali ini Paulus menyebut dirinya sebagai seorang hukuman karena Kristus, bukan seorang rasul atau pelayan Tuhan. Dari kalimat pengantar Paulus ini, ia membuktikan bahwa ia tidak merasa malu untuk mengakui dirinya sebagai seorang tawanan penjara. Paulus berani mengungkapkan kondisi dirinya yang bagi dunia terlihat buruk kepada rekannya. Hal ini disebabkan karena Paulus tahu persis bahwa hukuman atas dirinya bukan karena ia melakukan kejahatan, melainkan karena kebenaran.

Ada banyak konteks dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus akan dihakimi dunia karena melakukan kebenaran. Pada saat kita dihakimi, mungkin saudara seiman kita pun akan memandang kita buruk. Tetapi, keteladanan Paulus dalam bagian ini mengingatkan kita untuk tidak perlu malu saat menerima penghukuman, demi melakukan atau memberitakan kebenaran. Tuhan adalah Allah yang Mahabaik yang tidak meninggalkan kita sendirian pada saat kita memilih apa yang benar di hadapan-Nya. Dia juga bukan Allah yang jahat, yang tidak memberikan kita orang-orang yang mendukung kita melakukan kebenaran. Mari, tetap hidup dalam kebenaran dan terus memberitakan kebenaran.

STUDI PRIBADI :
(1) Apa yang sering membuat kita malu melakukan atau memberitakan kebenaran?
(2) Beranikah Anda mengambil konsekuensi besar untuk kebenaran Allah?

Berdoalah : Bapa, kami manusia berdosa yang seringkali lalai melakukan kebenaran. Kiranya Engkau yang teguhkan kami, agar hati kami tetap tertuju kepada-Mu, bukan apa kata orang yang tidak mengenal kebenaran, Amin.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *