Injil Bagi Semua Bangsa

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 28:17-29 Bacaan setahun: Mazmur 1-3, Ibrani 10


“Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya.” (Kisah Para Rasul 28:28)

Krisis dalam perjalanan Paulus menuju Roma telah berakhir. Mereka tiba dengan selamat setelah mengarungi laut dan mengalami ketegangan karena bahaya yang mengancam nyawa. Meskipun dikawal oleh penjaga, Paulus tetap bisa bebas tinggal di rumah yang dia sewa sendiri. Paulus mengumpulkan orang terkemuka Yahudi dan memperkenalkan diri serta menceritakan alasan keberadaannya di Roma, juga apa yang dia alami dalam perjalanan. Dalam kesempatan itu, Paulus kembali menawarkan keselamatan dari Yesus, dia menyaksikan tentang Kerajaan Allah. Sayangnya, pemberitaan Paulus sepertinya tidak diterima dengan baik oleh semua orang yang hadir saat itu. Melihat hal itu, Paulus mengecam orang Yahudi yang keras kepala tidak mau menerima Injil keselamatan, dengan menyatakan bahwa tepatlah seperti firman yang disampaikan nabi Yesaya bahwa bangsa itu akan menolak firman yang diberitakan (ay. 25-28).

Lukas sebagai penulis kitab ini sudah menjelaskan bagaimana kekristenan menyebar dari Yerusalem, ke Yudea sampai Samaria, dan sekarang tiba waktunya Injil didengar oleh seluruh bumi. Sebab itu, Lukas menuliskan secara detail bagaimana Paulus pada awalnya memberitakan firman itu kepada orang Yahudi yang tersebar di seluruh Roma dan pada akhirnya kepada semua bangsa yang ada di Roma. Selama dua tahun Paulus di rumah tahanan, banyak orang yang datang silih berganti untuk mendengarkan dia. Ada yang percaya, tidak sedikit pula yang menolak. Karena penolakan dari banyak orang Yahudi pada waktu itu, Paulus memulai pemberitaan firman kepada bangsa-bangsa lain.

Buah dari pemberitaan Injil kepada bangsa-bangsa lain ini bisa kita nikmati sekarang, dan pemberitaan itu masih harus terus dilakukan, dan menjadi bagian kita. Seberat apapun tantangan dalam pemberitaan Injil, sebesar apapun tantangannya, mari kita meminta pertolongan Roh Kudus untuk memampukan kita. Supaya semakin banyak orang yang diubahkan hidupnya dan memuliakan Allah karena keselamatan yang dia terima.

STUDI PRIBADI :
(1) Sudahkah kita turut ambil bagian dalam pemberitaan Injil?
(2) Apakah kesulitan yang kita hadapi dalam pemberitaan Injil Tuhan?

Pokok Doa : Mintalah pertolongan dan pimpinan Roh Kudus agar setiap kita dimampukan untuk memberitakan Injil meski tidak mudah; juga melalui hidup kita, Injil boleh diberitakan.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *